Self Powering & Wireless Energy

Posted: 22 Agustus 2012 in Unik

enocean 500x388 Self Powering & Wireless Energy

Pernahkah terfikirakan oleh kita kalau kita ingin menghidupkan atau mematikan lampu dirumah hanya dengan menggunakan remote dari jauh ? atau kita dapat mengendalikan penggunaan peralatan elektronik kita dari jauh ? hal ini dalam waktu dekat mungkin akan menjadi kenyataan, mengapa demikian ? Karena setelah melalui beberapa penelitian yang mendalam, manusia secara esensial adalah makluk yang tidak efisien.  Sebagai contoh, kita membiarkan lampu hidup terus menerus, padahal ada kalanya kita tidak memerlukanya, bagi yang tinggal di eropa, kita menghidupkan thermostat sementara jendela terus terbuka, lupa mematikan tv saat meninggalkan rumah adalah hal yang sering terjadi.

Sehingga walau bagaimanapun canggihnya komputasi yang ada saat ini, namun dalam urusan rumah, gedung, dalam beberapa dekade ini tidak mengalami efisiensi yang signifikan. “Kebanyakan gedung-gedung saat ini masih tergolong primitif,” ungkap EnOcean Chairman Graham Martin, “ini berarti, bangunan sekarang ini mengalami kekurangan automation system untuk mengatur penggunaan energi.” Dengan filosofi tersebut maka EnOcean ingin mengganti filosofi itu. Perusahaan ini telah menciptakan sebuah teknologi yang memiliki kemampuan self-powered, energy-harvesting sensor, dan yang pasti tidak mahal dan mudah di pasang.

Sensor tersebut mampu berkomunikasi lewat jaringan TCP/IP, yang berarti ketika alat – alat ini di pasangkan maka energi yang digunakan dapat diatur oleh web-connected device, gedung yang sudah web connected, maka dapat dikendalikan juga.

EnOcean sensor juga dapat terhubung dengan berbagai objek yang intelijen yang mereka sebut sebut dengan teknologi “the internet of things.” Para ahli British microprocessor Arm Holdings, sebagai contohnya mereka sedang melakukan pengembangan mbed project, yang memungkinkan para engineers untuk mendapatkan toolkit yang murah untuk bekerja dengan microcontroller, dan memacu mereka untuk menghubungkanya dengan objek – objek elektronik yang umum. Perusahaan lain seperti layaknya EnOcean dan pembuat semiconductor Atheros, sedang memfokuskan diri untuk mengembangkan low-cost, low-consumption device yang dapat beroprasi pada jaringan wireless.

Dengan menggunakan saklar keluaran EnOcean maka untuk menghidupkan lampu, dapat dilakukan dengan cara menghasilkan energi yang cukup melalui sinyal wireless, komunikasi antara saklar dan wireless receiver dapat terjadi dalam jarak 100 kaki. Hingga saat ini sensor EnOcean hanya dapat berkomunikasi diantara mereka saja, dan juga beberapa wireless receiver didalam range. Saat ini, dengan komunikasi TCP/IP setiap komputer yang terhubung ke internet juga dapat berkomunikasi dengan sensor.

Sensor ini nantinya akan sangat murah dan mudah di pasang dibandingkan dengan sistem automatiasasi  yang menghabiskan biaya ratusan bahkan belum lagi ketika harus membongkar dinding dan memasang kabel sensor energ management.

EnOcean sensor akan mengilimansi cost tersebut. Dengan biaya sekitar $50 hingga $100 per saklar (tergantung tipe pengukuran), EnOcean dapat direkatkan dengan mudah, dan tidak memerlukan konstruksi ulang bangunan, pengeboran dinding dan lainya. Sensor ini tidak menggunakan batere, karena sensor pintar ini akan mengambil energi  dari sekelilingnya dengan menggunakan kombinasi solar cells, thermal dan linear motion converter.  Sehingga dapat dikatakan teknologi ini dapat hidup sendiri (self-powering).

Dengan melakukan klik pada saklar misalnya, sensor Eco 100 akan mengkonversi gerakan linear yang dilakukan oleh per menjadi sebuah energi (berkisar 5 volt). Sehingga saklar ini mampu mentransmit sinyal wireless tampa harus menggunakan baterai khusus untuk menghidupkan sensor ini.

Saat ini lebih dari 100,000 gedung telah menggunakan sensor ini, kebanyakan gedung – gedung baru sudah menggunakan teknologi ini, beberapa gedung komersil juga sudah mulai menerapkan teknologi ini. EnOcean juga tidak berhenti disitu saja, mereka akan terus merambah aplikasi mainstream, seperti kampus, rumah sakit, dan bahkan perumahan biasa.

Proses instalasi dan konfigurasi dapat dilakukan dengan mudah. Dengan memasang sistem gateway device yang berbentuk seperti router — EnOcean sensor akan menggunakan internet protocol-based komunikasi dan melakukan relay setting temperatur dan penggunaan energi ke server. Dengan demikian, kita dapat mengakses info melalui sebuah widget melalui internet, desktop ataupun laptop, dimanapun anda berada.

screenshots on htc desire thermostat1 Self Powering & Wireless Energy

Status pada thermostat dengan menggunakan Android

Sedangkan untuk aplikasinya, Android, iPhone dan juga BlackBerry user dapat menginstall aplikasi remote access seperti VenergyUI atau Can2Go, yang mana memungkinkan kita memonitor dan mengontrol penggunaan energi di rumah anda langsung melalui smartphone. Untuk perusahaan besar, tentu saja ini akan menghemat besar besaran misalnya seperti rumah sakit, kamar hotel, dan lainya.

Hadirnya sensor dan perusahaan semacam ini, tentu saja akan melahirkan cara pandang baru bagaimana kita memiliki bangunan dan mulai memperhatikan penggunaan energi, hadirnya teknologi canggih yang selama ini menggandrungi kita tidak selalu membuat rumah kita atau bangunan bangunan memiliki infrastruktur dan teknologi yang canggih juga.

source

Komentar

Beri Komentar Disini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s