Asal Mula Terciptanya Simbol “@”

Posted: 5 Oktober 2012 in Artikel

Dalam bahasa Italia disebut “snail” dan “monkey tail” dalam bahasa Belanda, simbol @ adalah elemen dari komunikasi elektronik, yang populer melalui email dan twitter. Saat ini @ bahkan telah menjadi koleksi Museum of Modern Art.

Simbol @ merupakan salah satu karakter menarik pada keyboard yang masih menjadi misteri hingga sekarang. Salah satu teori mengatakan, biarawan pada abad pertengahan mencari jalan pintas saat menyalin naskah, konversi dari kata latin untuk “menuju” -ad-to, huruf “a” dengan bagian belakang “d” sebagai ekor. Atau berasal dari kata dalam bahasa Perancis “at” -à- yang disingkat. Atau simbol yang berevolusi dari singkatan “each at” dengan huruf “a” yang terbungkus. Dokumen pertama yang menggunakan simbol ini dimulai pada tahun 1536, dalam sebuah surat Francesco Lapi, seorang pedagang dari Florentine, yang digunakan untuk menunjukkan setiap unit @ anggur amphorae yang dikirim dengan kemasan toples tanah liat berukuran besar.

Simbol ini kemudian berperan dalam sejarah perdagangan. Para pedagang telah lama menggunakan simbol ini untuk menandakan “at rate of” seperti 12 buah @ $1. (dibaca: total harga adalah $12, bukan $1). Pada mesin ketik pertama, yang dibuat pada pertengahan 1800-an belum menggunakan simbol @, demikian juga @ belum digunakan pada awal sistem tabulasi punch-card (sistem yang digunakan untuk pengumpulan dan pengolahan sensus penduduk AS tahun 1890), yang merupakan perintis pemrograman komputer.

Ketidak jelasan simbol berakhir pada tahun 1971, ketika seorang ilmuwan komputer bernama Ray Tomlinson sedang menghadapi masalah yang membingungkan: bagaimana menghubungkan orang-orang yang melakukan pemrograman komputer satu sama lain. Pada saat itu, setiap programmer biasanya terhubung ke mesin utama melalui sambungan telepon dan mesin teletype, dengan keyboard yang masih sederhana dan printer yang menjadi satu. Akan tetapi komputer tidak terhubung satu sama lain, kemudian pemerintah AS berusaha untuk mengatasi kelemahan ini dengan menyewa BBN Technologies, Cambridge, Massachusetts perusahaan dimana Tomlinson bekerja, untuk membantu mengembangkan jaringan Arpanet  (pendahulu intenet).

Tantangan Tomlinson adalah bagaimana mengirim pesan yang dibuat oleh satu orang dan dikirim melalui Arpanet dengan seseorang di komputer yang berbeda. Alamat membutuhkan nama seseorang, seperti nama pada komputer yang mungkin akan melayani banyak pengguna. Dan simbol yang memisahkan dua elemen alamat tidak siap digunakan pada penggunaan secara luas pada program dan sistem operasi saat itu.

Pandangan Tomlinson jatuh pada @, yang terletak diatas huruf “P” pada 33 model teletype nya. Menggunakan sistem penamaan nya, dia mengirimkan e-mail dengan menggunakan satu teletype di kamarnya melalui jaringan Arpanet dan kembali ke teletype yang berbeda di kamarnya. Tomlinson yang saat ini masih bekerja di BBN mengatakan, dia tidak ingat apa yang pertama kali ditulis pada email pertamanya. Saat ini simbol @ modern telah menjadi penghubung antar manusia.

Via: Smith Sonian Mag

Beri Komentar Disini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s